Iklan

Gas Elpiji 3 Kg & BBM Bersubsidi Jadi Lahan Empuk Para 'Mafia' di Luwu Timur

KETIKTERKINI
Senin, 15 Juni 2026, Senin, Juni 15, 2026 WIB Last Updated 2026-06-15T02:05:26Z
KETIKTERKINI
Portal berita lokal yang menyajikan informasi aktual, faktual, dan terpercaya untuk masyarakat.

LUWU TIMUR,- ketikterkini.com - Video yang memperlihatkan dua unit mobil pikap bermuatan puluhan jeriken diduga berisi solar subsidi nelayan beredar di media sosial, pada Minggu (14/6/2026).

Dalam rekaman tersebut, terlihat sejumlah warga menghentikan dan menahan kedua kendaraan itu sebelum membawanya ke pelataran Kantor Dinas Perikanan Lutim.

Salah satu kendaraan yang terekam dalam video diketahui bernomor polisi DP 9621 GB. Di bak mobil tampak sejumlah jeriken berukuran 30 hingga 35 liter yang ditutup menggunakan terpal.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, kendaraan tersebut diduga mengangkut solar subsidi nelayan yang berasal dari SPBN di kawasan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Wewangriu, Malili.

Warga mencurigai BBM itu tidak digunakan untuk aktivitas melaut, melainkan akan dibawa untuk kebutuhan perusahaan.

Terdengar seorang warga menyampaikan keberatannya atas dugaan pengangkutan solar subsidi tersebut.

“Ini semuami solarnya nelayan, dijual untuk dibawa ke perusahaan. Perusahaan yang ambil,” ucapnya.

Warga yang sama juga meminta Dinas Perikanan menindaklanjuti temuan tersebut karena berkaitan dengan distribusi BBM nelayan.

“Dinas Perikanan punya wewenang di SPBN. Ini solar saya tangkap, mohon bagaimana anunya ini,” lanjutnya.

Ia juga menduga solar tersebut diperoleh melalui aktivitas pelangsiran.

“Solarnya nelayan dijual sama palansir,” katanya.

Dari dua kendaraan yang diamankan, warga menemukan total 15 jeriken yang diduga berisi solar bersubsidi.

Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan Lutim, Andi Wija Hasan, membenarkan BBM yang diamankan saat ini berada di kantor Dinas Perikanan dan masih menunggu penanganan aparat kepolisian.

“Sementara ditangani ini, ada BB-nya di kantor sekarang, sementara menunggu aparat hukum pihak kepolisian untuk tangani,” ujarnya, saat dikonfirmasi oleh rekan media.

Hingga Minggu malam, dua unit mobil pikap yang diduga mengangkut solar subsidi nelayan tersebut masih diamankan di area Kantor Dinas Perikanan Lutim.

Praktik Illegal semacam ini sudah menjadi kebiasaan yang sulit di atasi bahkan telah menyebabkan "Gas Elpiji 3 Kg & BBM Bersubsidi jadi Lahan Empuk Para 'Mafia' di Luwu Timur" ( * ).
Komentar

Tampilkan

  • Gas Elpiji 3 Kg & BBM Bersubsidi Jadi Lahan Empuk Para 'Mafia' di Luwu Timur
  • 0

Terkini

Iklan