Iklan

Diduga Gunakan Semen Murah, Proyek Jembatan Kessing Rp4,3 Miliar Tuai Sorotan, APH Diminta Bertindak

KETIKTERKINI
Senin, 15 Juni 2026, Senin, Juni 15, 2026 WIB Last Updated 2026-06-15T10:14:47Z
KETIKTERKINI
Portal berita lokal yang menyajikan informasi aktual, faktual, dan terpercaya untuk masyarakat.

Soppeng,- Ketikterkini.com | Proyek pembangunan Jembatan Kessing di Kecamatan Donri-Donri, Kabupaten Soppeng, kembali menjadi sorotan publik. Proyek yang menelan anggaran sebesar Rp4.307.814.470 dari APBD Tahun 2025 itu dinilai menunjukkan sejumlah indikasi pekerjaan yang patut dipertanyakan, mulai dari kondisi pengecoran yang mulai retak dan berdebu hingga kualitas pekerjaan pada bagian abutmen jembatan.


Proyek tersebut dikerjakan oleh CV Fayutama Jaya Karya dengan pengawasan PT Intra Persada Konsultan. Namun, besarnya anggaran yang digelontorkan pemerintah dinilai belum sebanding dengan hasil pekerjaan yang terlihat di lapangan.


Berdasarkan pantauan sejumlah pihak, beberapa bagian beton jembatan mulai menunjukkan gejala kerusakan dini. Permukaan pengecoran terlihat mengalami retakan dan terkesan rapuh. Kondisi tersebut memunculkan dugaan bahwa material yang digunakan, khususnya semen dan campuran beton, tidak sesuai dengan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan dalam kontrak pekerjaan.


Padahal, dalam dokumen pekerjaan disebutkan bahwa konstruksi jembatan menggunakan beton struktural mutu K-350 atau setara dengan MPA 30 yang dianggarakan sebanyak Rp 1,2 milyar yang seharusnya memiliki daya tahan tinggi terhadap beban dan kondisi lingkungan namun fakta lapangan dinilai tidak sebanding .


"Jika melihat kondisi fisik yang mulai mengalami keretakan dan berdebu, tentu muncul pertanyaan apakah mutu beton yang digunakan benar-benar sesuai spesifikasi atau justru berada di bawah standar yang dipersyaratkan," ungkap salah seorang pemerhati pembangunan yang ikut menyoroti proyek tersebut.


Sorotan tidak hanya tertuju pada bagian pengecoran. Kualitas pekerjaan pada abutmen jembatan juga menjadi perhatian. Sejumlah pihak menilai pasangan batu pada struktur penahan jembatan tersebut terlihat kurang maksimal dan berpotensi menimbulkan persoalan di kemudian hari apabila tidak dilakukan evaluasi menyeluruh.

Ketua Investigasi dan Monitoring Lembaga HAM Indonesia (LHI) Soppeng, Afis, menegaskan bahwa kualitas pekerjaan harus menjadi perhatian serius mengingat proyek tersebut dibiayai menggunakan uang negara dengan nilai yang tidak sedikit.


"Pada bagian pasangan batu kami menilai pekerjaan tersebut tidak maksimal. Padahal setiap item pekerjaan telah dianggarkan secara rinci oleh pemerintah. Karena itu kualitas pelaksanaan di lapangan harus sesuai dengan spesifikasi yang telah ditetapkan," tegas Afis kepada wartawan, Senin (15/6/2026).


Afis juga meminta aparat penegak hukum tidak menutup mata terhadap berbagai dugaan yang berkembang di tengah masyarakat. Menurutnya, pengawasan dan pemeriksaan terhadap proyek strategis yang menggunakan anggaran miliaran rupiah harus dilakukan secara terbuka dan profesional.


"Kami meminta Kejaksaan dan Unit Tipidkor Polres Soppeng melakukan langkah-langkah konkret serta transparan untuk memastikan tidak terjadi penyimpangan anggaran dalam proyek yang dibiayai oleh negara. Jika memang pekerjaan telah sesuai spesifikasi, tentu harus dibuktikan melalui pemeriksaan teknis yang independen," ujarnya.


Munculnya berbagai temuan dan dugaan tersebut kini menimbulkan pertanyaan publik mengenai efektivitas pengawasan proyek sejak tahap pelaksanaan hingga selesai dikerjakan. Masyarakat pun berharap pihak-pihak terkait, termasuk kontraktor pelaksana, konsultan pengawas, dan aparat penegak hukum, dapat memberikan penjelasan yang terang agar tidak menimbulkan spekulasi yang berkepanjangan.


Dengan nilai proyek yang mencapai lebih dari Rp4,3 miliar, publik menilai pembangunan Jembatan Kessing seharusnya menghadirkan kualitas konstruksi yang kuat, aman, dan mampu bertahan dalam jangka panjang, bukan justru memunculkan tanda-tanda kerusakan saat usia bangunan masih relatif muda.


Sekedar di ketahui pada tahun 2025 lalu proyek jembatan kessing dilakukan dengan metode Ecetalog Versi 5 dengan sistem pembelajaan peritem seprti lapisan Agregat kurus, beton sturktur memadat Fc 30 Mpa, 20, Mpa dan 15 Mpa, 

Selain itu juga ada item pembelanjaan baja tulang polos , belanja tulang sirip dan lain-lainnya . 

Kendati demikian, pihak pelaksana dan pihak terkait lainnya belum berhasil dimintai keterangannya. Dan media tetap membuka ruang bagi pihak terkait. 

(Firman) 
Komentar

Tampilkan

  • Diduga Gunakan Semen Murah, Proyek Jembatan Kessing Rp4,3 Miliar Tuai Sorotan, APH Diminta Bertindak
  • 0

Terkini

Topik Populer

Iklan