Iklan

Biaya Parkir RSUD Latemmamala Soppeng Dipertanyakan, Pengunjung Keluhkan Tarif dan Transparansi Pengelolaan

KETIKTERKINI
Jumat, 14 Agustus 2026, Jumat, Agustus 14, 2026 WIB Last Updated 2026-08-14T06:10:04Z
KETIKTERKINI
Portal berita lokal yang menyajikan informasi aktual, faktual, dan terpercaya untuk masyarakat.

Soppeng,- Ketikterkini.com | Sistem parkir dengan palang otomatis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Latemmamala Soppeng mulai menuai sorotan. Sejumlah masyarakat mempertanyakan besaran biaya parkir yang harus dibayarkan pengunjung, sekaligus meminta adanya keterbukaan terkait pengelolaan pendapatan dari fasilitas tersebut.


Keluhan muncul lantaran terdapat pengunjung yang mengaku harus membayar biaya parkir dalam jumlah yang dinilai cukup besar. Kondisi ini dinilai perlu mendapat penjelasan terbuka dari pihak pengelola agar masyarakat tidak bertanya-tanya mengenai dasar penetapan tarif maupun mekanisme pengelolaan uang parkir.


Salah seorang sumber yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan mengaku pernah mengalami sendiri tingginya biaya parkir saat berkunjung ke RSUD Latemmamala.
“Saya pernah membayar lebih dari Rp20 ribu. Lebihnya saya tidak perhatikan. Waktu itu saya kasih uang Rp50 ribu, petugas parkir melalui palang otomatis hanya mengembalikan lebih Rp20 ribu. Saya tidak perhatikan lebihnya, mungkin hampir Rp30 ribu yang dibebankan. Peristiwa Itu belum cukup satu bulan lalu,” ungkapnya kepada media ini, Jumat (14/8/2026).


Pengakuan tersebut tentu menimbulkan pertanyaan. Apalagi, masyarakat yang datang ke rumah sakit pada dasarnya sedang membutuhkan pelayanan kesehatan, sehingga persoalan biaya tambahan seperti parkir semestinya memiliki tarif yang jelas, mudah diketahui, dan dapat dipertanggungjawabkan.


Bukan hanya soal besaran tarif, masyarakat juga mempertanyakan ke mana aliran pendapatan dari sistem parkir otomatis tersebut.


“Yang menjadi pertanyaan juga , berapa pendapatan parkir ini setiap hari? Kalau dihitung sebulan, berapa nilainya? Uangnya masuk ke mana dan siapa yang mengelolanya?” ujar sumber lainnya.


Pertanyaan tersebut bukan tanpa alasan. 
Dengan sistem palang otomatis yang mencatat kendaraan keluar-masuk, masyarakat menilai seharusnya terdapat data yang jelas mengenai jumlah kendaraan, transaksi parkir, hingga total pendapatan yang diperoleh setiap hari dan setiap bulan.


Jika sistemnya otomatis, maka transparansinya juga semestinya tidak boleh manual. Masyarakat berhak mengetahui dasar tarif dan mekanisme pengelolaan pendapatan yang dibebankan kepada mereka.


Sorotan ini bukan berarti menuduh adanya penyimpangan. Namun, ketika masyarakat mulai mempertanyakan tarif dan aliran dana, pihak pengelola seyogianya segera memberikan penjelasan secara terbuka untuk menghindari munculnya dugaan maupun prasangka di tengah masyarakat.


Terlebih fasilitas tersebut berada di lingkungan rumah sakit milik pemerintah daerah. Aspek transparansi, akuntabilitas, dan kepastian tarif menjadi penting agar masyarakat mendapatkan kepastian bahwa setiap rupiah yang dibayarkan memiliki dasar dan mekanisme pengelolaan yang jelas.


Hingga berita ini diterbitkan, pihak yang berwenang atau penanggung jawab pengelolaan palang parkir RSUD Latemmamala Soppeng belum berhasil dimintai keterangannya.


Media ini tetap membuka ruang seluas-luasnya bagi pihak pengelola maupun manajemen RSUD Latemmamala untuk memberikan klarifikasi dan penjelasan resmi terkait besaran tarif, mekanisme pembayaran, jumlah pendapatan parkir, serta peruntukan dana parkir demi menjaga keberimbangan pemberitaan.

Penulis Firman
Komentar

Tampilkan

  • Biaya Parkir RSUD Latemmamala Soppeng Dipertanyakan, Pengunjung Keluhkan Tarif dan Transparansi Pengelolaan
  • 0

Terkini

Iklan