Iklan

Diduga Bantuan BPNT “Raib”, Warga Kelurahan Appanang Kecewa: ATM Kosong, Data Penerima Dipertanyakan

KETIKTERKINI
Jumat, 22 Mei 2026, Jumat, Mei 22, 2026 WIB Last Updated 2026-05-22T11:08:58Z
KETIKTERKINI
Portal berita lokal yang menyajikan informasi aktual, faktual, dan terpercaya untuk masyarakat.

SOPPENG, - Ketikterkini.com | Sejumlah warga Kelurahan Appanang, Kecamatan Liliriaja, Kabupaten Soppeng, mengaku kecewa dan mempertanyakan transparansi penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang selama ini mereka terima. Pasalnya, pada pencairan bulan Mei 2026 baru - baru ini , beberapa warga mendadak tidak lagi menerima bantuan senilai Rp600 ribu tanpa penjelasan yang jelas dari pihak terkait.

Kekecewaan warga memuncak saat proses pencairan di Kantor Kelurahan Appanang. Sejumlah penerima manfaat yang datang dengan harapan memperoleh bantuan justru dibuat bingung setelah saldo dalam ATM Mandiri mereka dinyatakan kosong.

Salah satu warga yang enggan disebutkan namanya mengaku heran dengan kondisi tersebut. Ia mengaku sebelumnya masih terdaftar sebagai penerima bantuan, namun saat pengecekan saldo, dana yang dijanjikan tidak ada sama sekali.

“ATM saya kosong, tapi pendamping bilang katanya ada masuk di rekening dan disuruh tunggu tiga hari lalu cek lagi,” ujarnya, Jumat (22/5/2026).

Menurutnya, kejadian serupa juga dialami beberapa warga lain di Kelurahan Appanang. Hal itu memunculkan dugaan adanya ketidakberesan dalam proses pendataan maupun penyaluran bantuan sosial kepada masyarakat.

“Kami masyarakat kecil jadi bingung. Katanya ada masuk Rp600 ribu, tapi kenyataannya kosong. Anehnya lagi, ada warga yang sebenarnya sudah tidak layak menerima bantuan justru masih tetap dapat. Sementara yang benar-benar membutuhkan malah hilang dari daftar penerima,” ungkapnya dengan nada kecewa.

Warga pun mulai mempertanyakan mekanisme pendataan yang dilakukan pemerintah. Mereka menduga proses verifikasi penerima bantuan tidak dilakukan secara langsung di lapangan, melainkan hanya berdasarkan data administratif semata.

“Apakah pendataan hanya dilakukan di atas kertas dalam kantor tanpa melihat kondisi masyarakat langsung? Atau justru karena faktor kedekatan bukan pendataan sehingga ada warga tertentu yang terus dipertahankan menerima bantuan?” tambahnya.

Kondisi tersebut memicu sorotan tajam terhadap sistem penyaluran bantuan sosial di Kabupaten Soppeng. Program yang seharusnya menjadi penopang masyarakat kurang mampu kini dinilai justru menimbulkan keresahan baru di tengah warga.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Soppeng telah berusaha dikonfirmasi melalui sambungan WhatsApp terkait keluhan masyarakat tersebut. Namun hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan maupun penjelasan resmi yang diberikan.

Penulis : Firman 
Komentar

Tampilkan

  • Diduga Bantuan BPNT “Raib”, Warga Kelurahan Appanang Kecewa: ATM Kosong, Data Penerima Dipertanyakan
  • 0

Terkini

Iklan