Soppeng,- Ketikterkini.com | Suwardi Haseng membuka kegiatan Review Hasil Survei Investigasi dan Desain (SID) Optimasi Lahan Non Rawa Tahun 2026 di Watansoppeng, Jumat (22/5/2026).
Kegiatan ini menjadi langkah penting dalam memastikan kesiapan program optimasi lahan pertanian non rawa guna meningkatkan produktivitas dan indeks pertanaman petani di Kabupaten Soppeng.
Dalam sambutannya, Suwardi Haseng menegaskan sektor pertanian masih menjadi tulang punggung perekonomian daerah. Karena itu, pemerintah terus mendorong pengembangan infrastruktur pertanian, termasuk irigasi, pompa air, dan program “Listrik Masuk Sawah”.
Program optimasi lahan tahun 2026 direncanakan mencakup 6.256 hektare di tujuh kecamatan, ditambah pengembangan sekitar 1.500 hektare di Kecamatan Liliriaja. Hasil SID juga mencatat terdapat 533 titik sumur bor di delapan kecamatan yang berpotensi mendukung program listrik masuk sawah.
Selain itu, mayoritas lokasi diarahkan untuk peningkatan indeks pertanaman IP 200 atau dua kali panen dalam setahun, dengan rekomendasi pembangunan pompa air dan jaringan irigasi air tanah pada 132 lokasi.
Pemerintah daerah berharap hasil review SID ini menjadi acuan teknis yang kuat agar program optimasi lahan 2026 berjalan efektif, tepat sasaran, dan mampu mendukung swasembada pangan nasional.
(Firman)

