Soppeng,- Ketikterkini.com | Kabar mengenai pemeriksaan sejumlah kelompok tani penerima bantuan alat mesin pertanian (Alsintan) oleh penyidik Polda Sulsel di Kabupaten Soppeng memicu perhatian publik. Pemeriksaan yang berlangsung beberapa hari terakhir itu menimbulkan pertanyaan besar terkait dugaan penyalahgunaan bantuan Alsintan tahun anggaran 2025–2026.
Ketua Lembaga Pemantau Korupsi dan Aparatur Negara (LSM-LPKN) Soppeng, Alfred Surya Putra Pandu'u, secara terbuka mempertanyakan keseriusan aparat penegak hukum dalam mengusut dugaan tersebut.
"Apakah Polda Sulsel mampu mengungkap dugaan penyalahgunaan bantuan Alsintan yang disalurkan pada tahun 2025–2026? Berdasarkan informasi yang kami peroleh, diduga ada praktik fee atau setoran yang nilainya berkisar Rp50 juta hingga ratusan juta rupiah," ujar Alfred kepada media, Rabu (1/7/2026).
Menurut Alfred, dugaan tersebut tidak boleh dianggap sepele karena menyangkut program bantuan pemerintah yang seharusnya diperuntukkan bagi kesejahteraan petani. Ia juga mengungkap adanya informasi mengenai kelompok tani yang diduga menerima bantuan secara ganda pada periode 2025–2026.
"Bahkan ada informasi bahwa terdapat kelompok penerima yang memperoleh bantuan lebih dari satu kali. Jika benar terjadi, maka ini harus diusut secara transparan dan tuntas.Jangan sampai program yang seharusnya membantu petani justru menjadi lahan permainan oknum tertentu," tegasnya.
Alfred mendesak penyidik Polda Sulsel agar bekerja secara profesional dan tidak berhenti pada tahap pemeriksaan semata.
"Untuk apa turun ke daerah kalau tidak ada pengungkapan yang jelas? Masyarakat menunggu hasilnya. Jika memang ditemukan pelanggaran, siapa pun yang terlibat harus diproses sesuai hukum yang berlaku," katanya.
Sementara itu, salah seorang kelompok tani yang telah dimintai keterangan membenarkan adanya pemeriksaan oleh penyidik Polda Sulsel.
"Iya, benar ada pemeriksaan dari Polda Sulsel. Saya diperiksa pada hari Jumat, dan ada juga kelompok lain yang diperiksa pada hari Kamis," ungkapnya.
Kasus ini kini menjadi sorotan publik di Kabupaten Soppeng. Masyarakat berharap pemeriksaan yang dilakukan tidak berakhir sebagai formalitas belaka, melainkan mampu mengungkap secara terang dugaan penyimpangan bantuan Alsintan yang selama ini menjadi perbincangan di kalangan petani.
Penulis : Firman

