Iklan

Rokok Ilegal "Banjiri" Bumi Latemmamala: Pengawasan Lemah atau Hukum yang Tebang Pilih?

KETIKTERKINI
Kamis, 02 April 2026, Kamis, April 02, 2026 WIB Last Updated 2026-04-02T12:05:19Z
KETIKTERKINI
Portal berita lokal yang menyajikan informasi aktual, faktual, dan terpercaya untuk masyarakat.

 Soppeng,- Ketikterkini.com | Bumi Latemmamala kini berada dalam bayang-bayang peredaran rokok ilegal yang kian masif. 

Meski sebelumnya otoritas terkait gencar menyuarakan perang terhadap barang tanpa pita cukai, kenyataan di lapangan justru berbanding terbalik. 

Simbol pengawasan yang selama ini dibanggakan seolah kehilangan taringnya, memicu tanda tanya besar: ada apa dengan penegakan hukum kita?
 
Peredaran rokok tanpa pita cukai ini terpantau bebas menjangkau pelosok warung-warung kecil hingga pusat keramaian. 

Padahal, belum lama ini, publik sempat diyakinkan dengan serangkaian klaim penyitaan dan pengawasan ketat terhadap barang selundupan yang masuk ke wilayah ini. 

Kini, gema keberhasilan itu seolah menguap, meninggalkan kesan bahwa hukum yang ditegakkan hanya bersifat sementara atau sekadar "formalitas" belaka.
 
Salah satu penikmat rokok legal (Rokok yang memiliki pita cukai sah) yang diajak bincang-bincang disebuah warkop Soppeng menyebut bahwa peredaran rokok tanpa pita cukai merupakan suatu kerugian Negara.

Mereka menyatakan keprihatinan mendalam atas lemahnya kontrol terhadap distribusi rokok ilegal yang jelas-jelas menabrak regulasi.
 
"Ini bukan masalah sepele. maraknya rokok tanpa pita cukai ini sangat merugikan negara dari sektor pendapatan cukai. selain itu, ini adalah ketidakadilan bagi perusahaan-perusahaan rokok yang patuh pada aturan dan legalitas," ujarnya. Kamis, (2/4/2026) .
 
Ia juga menyoroti adanya ketimpangan persaingan pasar yang tidak sehat. 

"Perusahaan yang taat pajak justru tercekik, sementara produk ilegal melenggang bebas tanpa beban kontribusi kepada negara," tambahnya.
 
Dilema Harga Murah vs Legalitas
Daya tarik utama rokok ilegal ini memang terletak pada harganya yang sangat miring. 

Di tengah situasi ekonomi yang menantang, animo masyarakat atau para pecinta rokok untuk beralih ke produk tanpa pita cukai memang meningkat tajam.
 
Namun, di balik harga murah tersebut, tersimpan kerugian negara yang fantastis serta risiko kesehatan yang lebih tidak terjamin karena absennya standarisasi produksi. 

Publik kini menunggu langkah nyata dari pihak pengawas. Apakah penindakan akan kembali tegas, ataukah Bumi Latemmamala akan terus menjadi "surga" bagi peredaran barang ilegal?
 
Hukum tidak boleh hanya tajam sesaat, lalu tumpul kemudian. Komitmen pihak berwenang kini sedang diuji di mata masyarakat. 

(Fm) 
Komentar

Tampilkan

  • Rokok Ilegal "Banjiri" Bumi Latemmamala: Pengawasan Lemah atau Hukum yang Tebang Pilih?
  • 0

Terkini

Iklan