Iklan

Karhutla Kembali Hanguskan Kebun Sawit Warga di Desa Puncak Indah Lutim

KETIKTERKINI
Jumat, 18 September 2026, Jumat, September 18, 2026 WIB Last Updated 2026-09-17T17:49:02Z
KETIKTERKINI
Portal berita lokal yang menyajikan informasi aktual, faktual, dan terpercaya untuk masyarakat.

LUWU TIMUR,- ketikterkini.com - Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) kembali terjadi di Kabupaten Luwu Timur (Lutim). 

Terbaru, si jago merah menghanguskan area perkebunan kelapa sawit milik warga di Desa Puncak Indah Kecamatan Malili Kamis, 17/09/2026.
Kebakaran yang terjadi di tengah puncak musim kemarau ini menambah daftar panjang kasus Karhutla yang mengalami lonjakan signifikan sejak Agustus 2026.

Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Luwu Timur, Ramli, SE, membenarkan kejadian tersebut saat ditemui di Kantor UPTD-KPH Lutim usai memimpin langsung pemadaman, Kamis, 17/09/2026 pukul 16.17 Wita.

"Benar, kami baru saja kembali dari lokasi kejadian. Tim kami telah melakukan penanganan terhadap kebakaran hutan dan lahan yang terjadi pada perkebunan kelapa sawit milik warga di Desa Puncak," ujar Ramli.

Menurut Ramli, wilayah Kecamatan Malili dan sekitarnya saat ini berada dalam fase rawan tinggi Karhutla. Intensitas kejadian meningkat tajam dalam beberapa pekan terakhir.

"Berdasarkan data yang kami inventarisir, terhitung sejak Agustus hingga September 2026, telah terjadi beberapa kali insiden Karhutla di beberapa titik di Kabupaten Luwu Timur. Trennya menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan dan hampir setiap hari kami mengerahkan personel kehutanan dengan peralatan yang ada untuk melakukan pemadaman," paparnya.

Ia menegaskan, penanganan Karhutla tidak bisa dilakukan secara parsial. Dibutuhkan sinergi lintas sektor.

"Penanganan yang kami lakukan bersifat kolaboratif dan terintegrasi. Kami melibatkan seluruh personel dan membangun koordinasi intensif dengan petugas pemadam kebakaran dari beberapa posko siaga. Tujuannya adalah untuk melakukan langkah antisipatif agar api tidak meluas dan menimbulkan dampak ekologis yang lebih besar," jelasnya.

Lebih jauh, Ramli mengapresiasi dedikasi anggotanya di lapangan yang mempertaruhkan keselamatan demi menjaga kelestarian hutan.

"Setiap kali ada laporan kejadian Karhutla di wilayah tugas kami, seluruh anggota menunjukkan respons cepat dan kesigapan yang luar biasa, mereka langsung meluncur ke titik api. Terus terang, secara pribadi saya sering merasa prihatin melihat perjuangan anggota yang harus bertarung langsung melawan kobaran api di medan yang cukup berat," ungkapnya.

Namun demikian, ia menekankan bahwa faktor keselamatan personel tetap menjadi prioritas utama.

"Sebagai pimpinan, saya senantiasa menekankan kepada seluruh anggota agar tetap menjaga kondisi fisik dan kesehatan serta mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam bertugas. Karena situasi yang kita hadapi ini memiliki tingkat kerentanan dan risiko yang tinggi. Harapan kita, seluruh personel dapat kembali dengan selamat dan misi penugasan dapat berhasil dilaksanakan secara optimal," tutup Ramli, SE, Kepala UPTD-KPH Luwu Timur.

Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti kebakaran dan luasan lahan yang terbakar masih dalam proses identifikasi. Kerugian materi ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.

Pihak UPTD-KPH Lutim mengimbau keras kepada masyarakat agar tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar, mengingat kondisi cuaca ekstrem yang sangat kering dan berpotensi memicu kebakaran yang lebih luas.(Saleh).
Komentar

Tampilkan

  • Karhutla Kembali Hanguskan Kebun Sawit Warga di Desa Puncak Indah Lutim
  • 0

Terkini

Iklan