Takalar,- Ketikterkini.com | Ketua Persatuan Jurnalis Indonesia DPD Sulawesi Selatan, Akbar Hasan Noma Dg Polo, mengecam keras dugaan penganiayaan dan ancaman pembunuhan terhadap jurnalis media online, Sholeh Sibali, yang diduga dilakukan pria berinisial BB di Kabupaten Takalar.
Peristiwa itu terjadi di pos penjagaan Perumahan Istana Permai, Kecamatan Pattallassang, Kelurahan Kalabbirang, Jumat (22/5/2026) sekitar pukul 16.55 WITA. Dugaan penganiayaan disebut dipicu pemberitaan terkait kasus KDRT dan penganiayaan anak yang sebelumnya viral di media sosial.
Akbar meminta Polres Takalar segera menangkap pelaku dan mengusut kasus tersebut secara profesional.
“Kekerasan terhadap wartawan adalah tindakan yang mencederai demokrasi dan kebebasan pers. Wartawan dilindungi Undang-Undang Pers dan tidak boleh diintimidasi,” tegasnya, Minggu (24/5/2026).
Sementara itu, korban Sholeh Sibali mengaku pelaku datang dalam keadaan emosi lalu melempar barang ke arah wajahnya sebelum melakukan pemukulan menggunakan buku tebal milik petugas keamanan.
Korban mengaku mengalami pukulan di bagian wajah, perut, dan tangan. Selain itu, ia juga mengaku mendapat cacian, diludahi, hingga menerima ancaman pembunuhan.
Menurut Sholeh, pelaku diduga tersulut emosi akibat pemberitaan mengenai dugaan KDRT dan penganiayaan anak yang sempat viral pada Januari 2026 lalu.
Usai kejadian, korban telah melaporkan dugaan penganiayaan dan ancaman tersebut ke Polres Takalar dan berharap kasusnya segera diproses sesuai hukum yang berlaku. (**)

