Tanda tanya besar dibalik pengadaan anggaran media yang ada diDinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Soppeng, baik dari media cetak terlebih lagi media online , kenapa sampai hari ini pihak-pihak yang berkompeten selaku penentu kebijakan tidak ada yang berani menerapkan aturan untuk masuk rekanan melalui perusahaan E-Katalog seperti aturan diKabupaten lain di Sulawesi Selatan.
"Apakah melalui kebijakan tersebut dapat membuktikan adanya dugaan tentang Praktik Kolusi Kebiri Diskominfo Soppeng. ' Yang dinilai beberapa oknum yang mengambil kesempatan untuk gerogoti anggaran diKominfo Soppeng demi untuk memperkaya diri. " Ungkap dari sejumlah wartawan yang aktif diKabupaten Soppeng" .
Dari keterangan beberapa sumber yang patut dipercaya, ' Mereka tidak berani disebabkan-nya apa bila perusahan dari masing-masing media diberlakukan untuk masuk rekanan melalui E-Katalog pasti tidak ada lagi doble. 'Dan sekedar diketahui bahwa ada oknum yang bekerja diKominfo juga masuk rekanan.
"Dikatakan-nya lagi, terkait dengan yang masuk rekanan diKominfo Soppeng, ada beberapa oknum yang saya tidak kenal apakah dia betul wartawan yang aktif ataukah itu hanya sekedar dipakai namanya untuk pertanggung jawaban, " Kesalnya ".
Terpisah , Nasyitha Kabid Infokom dihubungi melalui Via WhatsApp , Kamis (26/01/2023) untuk dimintai keterangan dan memperlihatkan semua daftar media bersama nama wartawan yang masuk rekanan belum memberikan jawaban.
Penulis ; Firman


