Iklan

Minim Dukungan, Siswa Berprestasi Olahraga di Soppeng Terabaikan

KETIKTERKINI
Kamis, 25 September 2025, Kamis, September 25, 2025 WIB Last Updated 2025-09-25T14:15:48Z
KETIKTERKINI
Portal berita lokal yang menyajikan informasi aktual, faktual, dan terpercaya untuk masyarakat.
Soppeng,- Ketikterkini.com | Minimnya perhatian pemerintah terhadap siswa berprestasi di bidang olahraga kembali menjadi sorotan. Sarana dan prasarana yang terbatas, ketiadaan program pelatihan yang terintegrasi dengan pendidikan, hingga stigma masyarakat yang masih memandang olahraga bukan sebagai karier menjanjikan, membuat para siswa sulit berkembang. Banyak atlet muda akhirnya memilih jalur lain atau bahkan harus meninggalkan daerahnya demi mendapatkan pembinaan.
Kisah itu dialami Muhammad Alif, siswa kelas V SDN 256 Benteng Jati, Kecamatan Liliriaja, Kabupaten Soppeng. Anak dari Komar, seorang petani serabutan di daerah Suli ini, berhasil meraih juara satu beregu cabang olahraga tenis meja pada ajang Indonesia Pimpong Liguit (IPL) sebanyak dua kali.

Sejak tiga tahun terakhir, Alif berada dalam asuhan Sukardi, mantan atlet atletik juara tri lomba juang lari 10 kilometer. Sukardi yang kini menjadi pelatih sekaligus figur inspiratif bagi Alif, bahkan rela memodali sang murid untuk mengikuti berbagai turnamen di luar daerah.
“Semua biaya latihan dan keikutsertaan Alif di berbagai iven selama ini saya yang tanggung. Semoga ada perhatian lebih dari pemerintah,” ujar Sukardi saat ditemui, Kamis (25/09/2025).

Dukungan masyarakat pun muncul, meski disertai kritik. Seorang warga Cagadi, Kecamatan Liliriaja, yang enggan disebutkan namanya menilai pemerintah daerah kurang peduli pada siswa berprestasi, terutama di bidang seni dan olahraga.
“Prestasi itu bukan cuma akademik. Seni dan olahraga juga harusnya jadi perhatian pemerintah. Contohnya Alif, yang sudah dua kali juara tenis meja beregu di ajang IPL. Sayang sekali kalau potensi seperti ini dibiarkan begitu saja,” tegasnya.

Warga itu menambahkan, banyak siswa asal Soppeng yang berhasil menorehkan prestasi hingga tingkat nasional bahkan internasional, tetapi tidak dibina untuk kepentingan daerah. Padahal, mereka adalah aset berharga.
“Apalagi mereka dijaring lewat seleksi ketat mulai dari tingkat kecamatan, kabupaten, sampai provinsi. Sekarang Alif tengah bersiap mengikuti pra Porda. Sangat disayangkan kalau anak-anak berprestasi ini hanya dibiarkan tanpa pembinaan,” pungkasnya. (**) 

Komentar

Tampilkan

  • Minim Dukungan, Siswa Berprestasi Olahraga di Soppeng Terabaikan
  • 0

Terkini

Iklan